Pernahkah Anda mengalami ini: Anda pergi ke dokter dan mengatakan bahwa Anda mengalami “migren”, tetapi setelah selesai berkonsultasi, dokter justru berkata, “Ini bukan migren”?
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan migren yang sesungguhnya? Dan mengapa itu berbeda dari apa yang kita bayangkan?
Nama “Migren” Sebenarnya Cukup Menyesatkan
Banyak orang memberi tahu dokter di klinik, “Saya migren—kepala saya sakit di sebelah kanan (atau kiri).”
Terdengar masuk akal, bukan? “Migren” dalam bahasa Mandarin secara harfiah berarti “sakit kepala sebelah,” jadi bukankah seharusnya itu adalah sakit kepala sebelah?
Probabilitas migren terjadi di satu sisi hanya sekitar 60%—paling banter, hanya sedikit lebih dari setengahnya.
Nyeri migren dapat terjadi di kedua sisi,di bagian belakang kepala,atau bahkan terus-menerus berpindah lokasi.
Beberapa orang jelas-jelas merasakan sakit tepat di tengah kepala tetapi didiagnosis migren, membuat mereka berpikir, “Apakah dokter membuat kesalahan?” Ini benar-benar kesalahpahaman yang sangat besar.
Migren adalah “Nama Penyakit,” Bukan “Deskripsi Gejala”
Asosiasi Sakit Kepala Taiwan menggunakan analogi yang bagus: sama seperti “Gedung Putih” yang tidak merujuk pada sembarang istana berwarna putih, melainkan secara khusus merujuk pada kantor Presiden Amerika Serikat;
Migren adalah nama diagnosis formal untuk penyakit tertentu,dan tidak memiliki hubungan mutlak dengan sakit kepala yang hanya terjadi di satu sisi saja.
Migren adalah penyakit saraf yang memiliki serangkaian kriteria diagnosis yang jelas yang ditetapkan oleh International Headache Society.
Sakit kepala sebelah (unilateral) hanyalah salah satu fitur yang mungkin muncul, bukan satu-satunya dasar penilaian.
Jadi, Seperti Apa Sebenarnya Migren yang Sesungguhnya itu?
Karena kita tidak bisa menilai hanya dari “sisi mana yang sakit,” bagaimana Anda bisa tahu jika Anda mengalami migren?
Berdasarkan kriteria diagnosis dari Klasifikasi Internasional Gangguan Sakit Kepala, Edisi ke-3 (ICHD-3), migren harus memenuhi kondisi berikut:
| Kondisi | Deskripsi |
|---|---|
| Jumlah Serangan | Setidaknya ada 5 serangan yang memenuhi karakteristik berikut |
| Durasi | Berlangsung 4 hingga 72 jam (ketika tidak diobati atau tidak berhasil diobati) |
| Karakteristik Nyeri (minimal 2) | Lokasi unilateral (sebelah), kualitas berdenyut, intensitas nyeri sedang atau berat, diperparah oleh atau menyebabkan penghindaran aktivitas fisik rutin |
| Gejala Terkait (minimal 1) | Mual dan/atau muntah, fotofobia (sensitivitas terhadap cahaya) dan fonofobia (sensitivitas terhadap suara) |
Pengalaman Umum Selama Serangan Migren
Selama serangan migren, Anda mungkin mengalami:
| Gejala | Deskripsi |
|---|---|
| Nyeri Berdenyut | Nyeri berdenyut seperti detak jantung, berdenyut satu demi satu mengikuti ritme nadi Anda |
| Mual dan Muntah | Bahkan muntah yang sebenarnya pada kasus yang parah |
| Fotofobia dan Fonofobia | Cahaya dan suara normal akan membuat Anda merasa lebih tidak nyaman |
| Nyeri Diperparah oleh Aktivitas | Berjalan atau naik tangga membuat sakit kepala bertambah parah,membuat Anda hanya ingin berbaring dengan tenang di ruangan yang gelap |
Selain itu, rasa sakit ini dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari setelah dimulai, sangat memengaruhi rutinitas harian dan pekerjaan.
Beberapa Orang Juga Mengalami “Aura”
Sekitar 10% hingga 20% penderita migren mengalami sinyal peringatan neurologis sebelum sakit kepala dimulai:
- Muncul titik-titik cahaya berkedip atau bayangan bergelombang di bidang pandang
- Merasakan mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh
- Tiba-tiba berbicara tidak jelas atau kesulitan berbicara
Gejala aura ini biasanya berkembang selama 20 hingga 30 menit, diikuti segera oleh timbulnya sakit kepala.
Jika Ini Bukan Migren, Apa Sakit Kepala Saya yang Biasanya?
Setelah mendengar deskripsi tentang migren, Anda mungkin berpikir: “Lalu apa yang terjadi ketika saya sakit kepala karena stres atau kurang tidur?”
Sebagian besar sakit kepala yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah sakit kepala tegang (juga dikenal sebagai sakit kepala tipe tegang).
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 30% hingga 78% dari populasi umum akan mengalami setidaknya satu kali sakit kepala tegang seumur hidup mereka.
Migren vs. Sakit Kepala Tegang
Kedua jenis sakit kepala ini sering kali tertukar, tetapi perbedaannya cukup jelas:
| Perbandingan | Migren | Sakit Kepala Tegang |
|---|---|---|
| Sensasi Nyeri | Nyeri berdenyut (berdenyut seperti detak jantung) | Keketatan, tekanan (seperti pita yang meremas kepala) |
| Lokasi Nyeri | Unilateral atau bilateral,dapat berpindah | Biasanya kedua sisi kepala,dahi,atau bagian belakang kepala |
| Keparahan | Sedang hingga berat | Ringan hingga sedang |
| Durasi | 4 hingga 72 jam | 30 menit hingga beberapa hari |
| Mual/Muntah | Umum | Jarang |
| Sensitivitas Cahaya/Suara | Umum | Jarang |
| Aktivitas Fisik | Diperparah oleh aktivitas fisik | Biasanya tidak terpengaruh atau sedikit berkurang oleh aktivitas |
Sakit kepala tegang sebagian besar terkait dengan stres, kelelahan, postur tubuh yang buruk, atau ketegangan otot. Istirahat sejenak dan melemaskan leher serta bahu biasanya membantu.
Sebagai perbandingan, migren menghadirkan rasa sakit yang jauh lebih kuat, disertai lebih banyak gejala, dan memiliki dampak yang lebih besar pada kehidupan.
Mengapa Kita Perlu Membedakan Jenis Sakit Kepala?
Anda mungkin berpikir: “Lagipula saya hanya akan minum obat pereda nyeri jika sakit kepala, mengapa harus repot-repot membedakannya?”
Pola pikir seperti ini sebenarnya cukup berbahaya.
Pengobatannya Benar-benar Berbeda
| Jenis Sakit Kepala | Pengobatan Umum |
|---|---|
| Sakit Kepala Tegang | Pereda nyeri umum (seperti Asetaminofen, Ibuprofen), relaksan otot, penyesuaian gaya hidup |
| Migren | Mungkin memerlukan obat spesifik golongan Triptan, dan kasus yang parah mungkin memerlukan suntikan penghambat CGRP atau pengobatan pencegahan |
Migren memiliki pengobatan dan strategi eksklusif tersendiri,yang sangat berbeda dari cara penanganan sakit kepala umum.
Jika Anda mengobati migren sebagai sakit kepala biasa,hasilnya kemungkinan akan buruk, dan akan terus berulang.
Penggunaan Pereda Nyeri yang Berlebihan Membuatnya Lebih Buruk
Penggunaan pereda nyeri yang berlebihan dalam jangka panjang sebenarnya dapat memicu “sakit kepala akibat penggunaan obat berlebih (medication overuse headache)”,membuat sakit kepala lebih sering terjadi dan lebih sulit diobati.
Di antara penderita migren kronis, banyak yang tanpa sadar mengalami ketergantungan pada obat pereda nyeri, terjebak dalam lingkaran setan “semakin sakit, semakin banyak mereka minum obat, dan semakin banyak mereka minum obat, semakin sakit kepala mereka.”
Risiko Jangka Panjang dari Mengabaikan Migren
Jika Anda menderita migren dan terus mengabaikannya tanpa penanganan yang tepat:
Migrendapat berkembang dari serangan sesekali menjadi migren kronis (sakit kepala terjadi 15 hari atau lebih per bulan selama lebih dari 3 bulan)- Penderita migren jangka panjang menghadapi risiko depresi dan kecemasan yang lebih tinggi
Migrenjuga merupakan salah satu dari tiga penyebab utama hilangnya produktivitas kerja di seluruh dunia
Jangan Biarkan Nama “Migren” Membodohi Anda Lagi
Lain kali Anda sakit kepala, mengapa tidak meluangkan beberapa detik untuk mengamati:
Apakah ini kekencangan yang tumpul, atau berdenyut seiring dengan detak jantung Anda? Apakah Anda merasa mual? Apakah cahayanya sangat menyilaukan?
Detail kecil ini dapat membantu Anda memahami sakit kepala Anda dengan lebih baik dan memberikan petunjuk yang lebih tepat kepada dokter saat Anda mencari perawatan medis.
Jika sakit kepala Anda cukup sering hingga memengaruhi hidup Anda, tolong jangan hanya menahannya dengan pereda nyeri. Konsultasikan dengan spesialis neurologi (saraf) untuk diagnosis yang tepat. Mengidentifikasi jenis sakit kepala yang tepat adalah satu-satunya cara untuk mengobatinya secara efektif dan membebaskan diri Anda dari cengkeramannya.